by Masrum in
Console Games

Bagaimana review Lenovo Legion GO dari sisi tampilan, sistem pendingin (thermal), memori, dan battery life? Legion GO adalah perangkat yang masuk kategori handheld gaming PC, atau game console portable yang menggunakan sistem operasi (OS) Windows.

Varian Legion GO ada 2, yang membedakan adalah kapasitas memori internal. Satu varian memiliki internal 512 MB dan satunya lagi 1TB. Spesifikasi teknis Legion GO menggunakan prosesor yang sama dengan ROG Ally, yaitu AMD Ryzen Z1 Extreme.

Berdasarkan ulasan Lenovo Legion GO di komunitas forumnya, ia memperoleh predikat yang cukup positif. Sebab seperti halnya komputer gaming, perangkat ini mampu melibas game AAA dengan lancar dan baik.

Ada banyak sekali pilihan game yang bisa Anda mainkan. Beberapa di antara seperti Diablo 4, Persona, The Witcher, Tomb Rider, Cyberpunk 2077, GTA 6, dan tentunya game PC favorit Anda.

Pengalaman Review Lenovo Legion GO Indonesia

Terlepas dari seberapa tinggi spesifikasi handheld gaming PC ini, perlu mempertimbangkan bagaimana performa saat memainkan game. Beberapa performa tersebut dapat diukur dari display tampilan, sistem thermal, memori, dan ketahanan baterai.

1. Display

Terkait dengan tampilan visual, gamers akan mendapatkan layar PureSight Gaming berukuran 8,8 inchi QHD+. Terdapat juga pengaturan refresh rate memilih antara 60 Hz yang hemat energi atau 144 Hz yang meningkatkan pengalaman bermain.

Kontrol layar pastinya pakai touchscreen, sama seperti Asus ROG Ally, Steam Deck, dan handheld gaming PC pada umumnya.

Layar ini dapat Anda pacu hingga mencapai brightness 500 nit. Satu hal yang menjadi keluhan adalah masih menggunakan IPS. Yang mana konsol game Nintendo Switch sudah ada versi OLED.

2. Thermal

Review Lenovo Legion GO dari sisi sistem thermal atau pendingin. Ini sangat penting apalagi intensitas Anda dalam bermain game tinggi. Kipas yang dipakai dalam sistem thermal Legion Go adalah heatsink fins, ini Lenovo klaim dapat mereduksi panas secara optimal untuk menjaga performa permainan.

Lenovo juga memberikan penekanan bahwa sistem pendingin yang mereka miliki dingin dan senyap. Ia punya 4 buah lubang coldfront, 6 sensor, dan beberapa mode power. Hingga kini, belum ada yang mengeluhkan sistem pendingin dalam console game Windows ini.

3. Memory

AMD Ryzen Z1 Extreme didorong oleh RAM LPDDR5X 16GB 7500Mhz dan SSD NVMe PCIe Gen4 512GB atau 1TB. Tentunya memberi performa yang ngebut untuk memainkan game PC favorit Anda. Jika memory itu masih kurang, gamers dapat menambahkan MicroSD hingga 2TB.

Soal performa dan jeroan ini tidak perlu Anda khawatirkan performanya, baik dalam multitasking maupun bermain game. Namun yang menjadi pertimbangkan yaitu suhu yang meningkat. Semakin ngebut sebuah perangkat, suhunya juga ikut tinggi. Performa ngebut ini sangat bergantung pada sistem thermal Legion GO.

4. Battery

Legion GO membawa baterai 49,2 Whr lengkap dengan sistem fast charging Super Rapid Charge Express khas Lenovo. Kabar baiknya, walaupun Anda bermain game sambil dicharge, ini justru Lenovo klaim dapat meningkatkan performa (Power Bypass Mode).

Mereka cukup percaya diri dengan sistem thermal untuk menghilangkan panas dari perangkat. Baik saat main game sambil charger maupun durasi main game yang lama. Berdasarkan beberapa pengalaman penggunaan, baterai ini dapat bertahan rata-rata lebih dari 5 jam untuk main game. Durasinya menjadi lebih lama saat Anda mengaktifkan mode hemat daya atau dalam keadaan standby.

Itulah review Lenovo Legion GO yang memeriahkan handheld gaming PC, sebuah konsol game Windows yang populer di Indonesia. Uniknya, controller joystick Legion GO bisa Anda lepas, tidak seperti kompetitor dari brand sebelah.

Content writer all niche. Find me at Artikel Manual. Our free forum for discussion.
Share Post:

Related Posts

No Comments

Leave a Reply